June 21, 2026No Comments

Suatu Musim, Suatu Putaran.

Konon, bila ide yang disemai sudah harus ditanam, intuisi ini mengatakan “Segera Tanam!”. 

Katanya lagi, kalau dagang harus jujur. Di negeri pertiwi yang indah ini, banyak manipulasi yang dilakukan oleh para korporasi dan rezim. Bila ingin sukses dalam sistem, kau harus menjilat pantat para penguasa.

Maka, mempunyai idealisme adalah privilege tersendiri. Kami diberkati oleh klien dan patron yang percaya pada ‘cara’ kami bekerja. Tak ada marketing; tak ada template, tak ada formula; hampir tak ada revisi; hampir semua cara kami bekerja adalah 80% organik serta bermodal keyakinan.

Di Projek AGNI banyak prinsip dan idealisme yang kami pegang dan banyak juga yang mencoba menggoyangkannya. Namun, kami memilih untuk tetap teguh dengan idealisme ini karena kami percaya bahwa di dunia yang serba cepat, akses teknologi dan kecerdasan buatan sangat mudah didapat. Kesadaran dan ‘kelambatan’ kita sebagai manusia dalam proses adalah hal yang kami anggap alamiah dan berharga.

Kendati demikian, idealisme ini bukan tanpa cobaan. Implikasi dari cara kami berbisnis di Projek AGNI adalah, jujur, kami tidak mengambil klien terlalu banyak, dari segi kuantitas. Banyak calon klien yang akhirnya tidak berjodoh dengan kami karena kami terlalu pilih-pilih, terlalu mahal, mungkin terlalu banyak “ngatur”, atau ga jelas S.O.P.-nya. Tapi cek aja semua testimoni di Google Maps kami yang berada di antah berantah.

Belum lagi industri yang kami pilih untuk tidak kami ambil, contohnya: FMCG (They mostly poisoned our future generations), industri ekstraktif, serta tender-tender shady dari “you know who”. Otomatis, keberlanjutan bisnis perlu kita fikirkan dan rasakan kembali gimana solusinya, right?

So, setelah 8 tahun menyediakan jasa untuk para patron partikelir, dalam perjalanan kami di AGNI, banyak sekali eksplorasi berupa aset grafis yang entah itu ga dipake atau ga cocok sama klien. Mereka terdiam, terpaku dalam folder biner. Maka kini saatnya para aset digital itu bebas, lepas, dan dapat dinikmati oleh khalayak seluas-luasnya.

We’re done doing gate-keeping in our process.

Thus, OBJEK AGNI kini kami bangun kembali dan kami ubah yang sebelumnya berupa Merchandise fisik menjadi semacam “Toko Produk Digital” yang kami sebut “Digital Artefacts”.  Tentu ini adalah percobaan side hustle, eksperimenlah.

Lalu, bagaimana praktik bisnisnya? Allow us to explain:

  1. Cara bisnis yang akan kami coba di Objek AGNI, adalah menerapkan sistem semi koperasi. Yaitu, profit sharing (setelah dipotong biaya platform) akan kami salurkan sebanyak 50-60% untuk royalti kreator, 30% untuk Objek AGNI dan 15% untuk Pemasaran, serta 5% untuk donasi krisis alam oleh manusia atau Social Repressive issues.
  2. Lalu, yang mengasyikkan untuk Pembeli (kami sebut Seeker/Pencari) adalah kami mencoba menerapkan sistem PAY AS YOU WISH atau BBS (Bayar Suka-Suka!)*. Yes bener, terserah lu mau kasih Value berapa.
  3. Oh iya, kami juga ingin para Seeker (ciaelah:)) Semua tahu, semua lisensi barang digital di OBJEK AGNI sederhana aja—you get it, you own it, that’s it. Hidup kita kadang udah banyak urusan. Let’s simplify our lives more, shall we?

Akhir kata, semoga langkah kecil ini membantu teman-teman kreator independen di Indonesia untuk dapat berekspresi dan berkreasi melalui aset digital kultural yang terjangkau untuk Dunia. Dan ketika kita sudah tidak khawatir mengenai uang, akhirnya kita bisa berkarya lebih jujur dan MERDEKA lagi! That's the future we want to put hope in.

Sekarang kami coba mulai dulu dengan sangat sederhana. 

Kun Fayakun, yang akan terjadi, pasti terjadi.

Let’s support each other in this economy!

OBJEK AGNI - Accessible Digital Artefacts.

#ARTEFAKINI 

#NeoIndonesiana 

*Harga Pay As You Wish  / Bayar Suka-Suka adalah program awal dalam Teaser / Trial Launch, mungkin emang bakal kayak gitu, mungkin nanti enggak. Let's see!

May 26, 2026No Comments

Revision is Fucking Non-Sense.

Kita hidup di dunia Service. Mungkin anda yang membaca ini juga demikian, antara desainer grafis, konsultan juga atau blablabla.

Di Projek AGNI kami mempunyai judul Branding Artisans dan atau Pengrajin Jenama, katanya.

Seharusnya kami lebih idealis lagi dari ini.


Namun yang terjadi kami sadar bahwa kami masih sering 'menjilat' para calon klien agar mendapatkan uang dari proyek.

Memuji calon klien keren-lah, ini-lah itulah. Apakah itu memang sincere? Apakah memang kita kerja bersama orang yang benar pada hatinya?

Fucking Hypocrite right? Maka dari itu, kami membayar hasil jilatan sebisa mungkin dengan menerapkan 0 Revision pada karya kami.

Kami memberikan ekspektasi pada klien bahwa apa yang kami bikin sudah akan semaksimal mungkin, maka dari itu mereka datang kepada kita butuh dibikinkan ABCD. Ya kan?

Maka, menurut kami revisi sembarang itu buang-buang waktu saja.

Artinya, klien tidak percaya pada kami atau kamu sebagai penyedia jasa.

Mereka masih merasa ada yang kurang, ada yang janggal.

Kalo gitu ya kerjain aja sendiri lah!

Lukisan oleh Ida Nyoman Rai

January 27, 2026No Comments

Mulai ganti Lorem Ipsum dengan ini!

Have you ever felt bored with the classic Lorem Ipsum? We've got you covered! Here, use it, translate it, have fun with it!

Sebuah Mentari yang paras eloknya tersohor pun akan melalui waktu yang hampa akan suka. Sempurna dan paripurna hanya tipu muslihat yang datang penuh dusta dari kalangan khazanah Penguasa. Sebab kemarau yang panas dan membawa hama selalu bergeser terganti oleh hujan yang maha membawa berkah. Namun panas dan basah pun punya bagian-bagian yang ramah juga jahat bagaikan pejabat. Sebaiknya Manusia ialah yang paling mahir bergulat dengan kontrasnya Bumi. Dan Pemimpin yang baik ialah pemimpin yang senantiasa mengimbangi kontras Bumi dengan penuh tujuan, tujuan yang mengedepankan Alam dan Manusia.

Sebagai tamu Ibu Pertiwi, kita mesti hafal seluk beluk lika liku hukum alam. Berbuat jahatlah jika ingin berdiri di atas duri, namun kebajikan niscaya melunakkan duri dan melembutkan tanah di bawah kakimu serta yang akan dipijak. Pepohonan, tumbuhan, dan binatang hadir sebagai kawan Ibu Pertiwi yang bernafas dengan gagah untuk menemaninya dalam misi menjadi sang Nyonya Rumah yang maha baik. Tapi, kerap kali kita mengundang malapetaka dan amarahnya dengan cara menyerang kawan-kawannya. Banjir dan Api pun datang untuk melahap kita semua, walau belum pasti memegang salah, dengan penuh bara dendam, mencoba untuk meraih kembali kesucian Ibu Pertiwi yang telah hina oleh noda. 

Itulah sebabnya kita harus senantiasa menggenggam tanah dan meneguk air dengan penuh kasih dan empati. Untuk diri sendiri, yang tersayang, atau pun yang tak dikenal, kasih dan empati menjadi benteng yang menahan nafsu serta jahat yang bersarang pada lubuk hati manusia. Walau semestinya, nafsu yang bertengger gigih dalam jiwa dapat berubah menjadi suatu angan maha keji. Pergulatan antara empati dan nafsu keji merupakan pertarungan yang kita semua lalui sebagai bentuk perlindungan Ibu Pertiwi.

Writing by Tyo Sastrohutomo

July 20, 2025No Comments

Indonesia Baru

Hari ini , Neo-Indonesiana sudah 5 tahun berjalan sudah.
Aneh rasanya, ketika memang bersemangat untuk menyuarakan hal ini, namun aku yakin, akan ada suatu masa ketika bangsa kita akan keluar dari krisis inferioritas, lalu melangkah maju kedalam bangsa penuh kreatifitas.

Puputan of the Raja of Boeleleng_ Le Petit Journal, 1849.

Diatas adalah contoh karya yang menurut saya perlu dihadirkan dalam kondisi Indonesia saat ini. Banyak konsumsi yang kita lakukan atas dasar adiksi terhadap teknologi tanpa mengetahui dan juga mau berjuang dengan daya dan pikir kita sendiri.

Tulisan ini...agaknya sangat personal, aku tidak terlalu memerdulikan aspek political correctness atau juga kenyamanan dalam berdialog. Karena kalo kenyamanan itu bisa dirasakan kapanpun dan dimanapun.

Ada selimut semu yang bergulir sekarang, masyarakat adat dibungkam dan dijarah tanahnya, kali ini bukan oleh bangsa lain. Namun oleh bangsa kita sendiri, oleh para penguasa.

Saya hanya bisa berdoa, dan memberikan ide, bahwa mereka layak untuk digulingkan, rezim yang dzalim akan datang masanya mereka akan hancur dan digantikan oleh generasi bercahaya. Aku hanya bisa yakin.

Senjata adat dan kebijaksanaan tradisional kita adalah kunci utama untuk menggulingkan rezim tersebut, dengan kita bersatu untuk melawan 'musuh dalam selimut'.

Semua itu dimulai dari daya kreatifitas kita dan juga kita tidak terlena akan konsumsi yang 'tidak sadar', kita, generasi yang muda terlalu banyak scrolling around dan melupakan potensi yang ada, kurang Olah Rasa karena begitu banyak kenyamanan yang ditawarkan sehingga kita lupa akan identitas agraris dan maritim kita. Kita lupa merdeka.

Merdeka disini bukan merdeka 17 Agustus yang menjadi selebrasi itu, bukan. Merdeka disini konteksnya adalah merdeka pikiran dan rasa-nya.
Merdeka dari belenggu teknologi dan kenyamanan yang membuat kita seperti entitled terhadap hal itu, dan bisa mengeksploitasi hal tersebut dalam aspek konsumsi sehari-hari.

Seperti berat? Tidak juga, sebenarnya bisa di mulai dari yang sederhana, saya pribadi sudah mengurangi screen time saya hingga 42 menit perhari. Seperti bukan hal yang WOW, tapi untuk generasi transisi yang ditawarkan Playstation hingga Smartphone, ini merupakan prestasi, saya bebas!

March 24, 2025No Comments

To all future patrons…

Undagi Caste by Miguel Covarrubias, 1937.

In Projek AGNI, most of our work is based on experimental form.

Meaning that we take each project from research and data, or insight both quantitative and empirical, and then turn it into something that may challenge your pre-conception of branding or design.

But please don't get this wrong; you will have our utmost service. We don't take these words for selling purposes; rather, it is quite literally that we work 24 hours in our minds for each project; thus, we are very selective on our clients.

We want to give something very ideal not only for you as an individual who has the capacity to pay us, but what can we do to your vision? What is the best outcome for your project that others don't see in such perspectives? And so on. So maybe the result is mostly somehow very peculiar in manners and has never been seen before, a.k.a Not Perfect.

Not perfect, in the sense of today's notion of 'polished-branding-works',no. It is not something very artist-idealistic type of work either, because we mentioned before, we use data.

Hopefully, people will understand it in the future.

March 22, 2025No Comments

What we believe…

It all started about 780 thousand years ago. When humans found a way to make an energy source, that marked the cradle of civilization. We invent fire. Fast forward; it fuels the industrial age, wars, and so on. The functionality of the fire really puts our head it seems, 'ahead' of other species.

Fire, as our reliable energy partner since ancient times, not only ends in it's form as the source of making our raw food taste good, it becomes a symbol. AGNI, or Geni, is a deity of flames that becomes our source of energy and inspiration. We take this name profoundly, as we are surrounded by a vulcanic mountain range here in the Equatorial Emerald, Indonesia. Such a perilous beauty, so it seems. 

And moving to the present age. Taking the destruction and fertilization process of merapi, we see this as a way of transformation. By eliminating what is archaic, into something that is bountiful and full of life. We apply this spirit into our practice. Strive to revolutionize the atrocious traditions into something that is sustainable, mostly for Mother-Earth (Bumi Pertiwi). We called this movement: Neo-Indonesiana.